Cara Mengatasi Konflik dengan Atasan Dalam Pekerjaan

Setiap manusia yang diciptakan pasti berbeda. Baik dari segi fisik maupun mentalnya. Oleh karena itu konflik pun terkadang tak dapat dihindari, termasuk juga dalam lingkungan kerja.

Konflik antara sesama karyawan atau pun antara atasan dengan bawahan. Seperti adu argumen dengan cara tidak sehat atau pun ketidaksepahaman akan suatu keputusan.

Tapi konflik di tempat kerja dapat menjadi buruk jika dibiarkan terlalu lama, seperti kinerja menurun, yang membuat fokus mereka terpecah karena konflik yang tidak tuntas.

Agar tidak jadi masalah yang panjang, maka konflik antar atasan dan bawahan harus diatasi secepatnya. Lalu bagaimana caranya? Yuk disimak tips lengkapnya

1. Biarkan Emosi Mereda Lebih Dulu
Konflik atau masalah tak akan pernah selesai baik jika diselesaikan dengan emosi.

Oleh karena itu, cara pertama untuk menyelesaikan konflik yaitu dengan meredam emosi kedua belah pihak dahulu, biarkan tensi menurun sebelum mulai membincangkan masalah.

Tak ada ukuran yang pasti mengenai berapa lama emosi dapat diturunkan. Bisa dalam hitungan jam, atau bahkan butuh berhari-hari.

Jika Anda adalah orang yang terlibat konflik, maka gunakanlah semaksimal mungkin waktu menurunkan emosi, jika perlu lakukanlah refreshing.

2. Cari Tahu Akar dari Konflik yang Muncul
Emosi yang sudah terkontol adalah syarat untuk menyelesaikan konflik. Untuk mengatasi konflik dengan atasan maka Anda harus mengetahui dulu akar permasalahannya.

Cobalah telaah apa yang menjadi pemicu terjadinya konflik. Apakah karena permasalahan kerja, atau sudah menyangkut dengan hubungan pribadi?

Dengan mengetahui permasalahan secara pasti, maka Anda juga akan dapat mencari cara terbaik supaya konflik dapat diselesaikan dengan damai, dan ingat, jangan pernah melibatkan emosi dalam menyelesaikan masalah.

Untuk informasi Lowongan kerja sekitar kota Bertuah, silahkan klik info lowongan kerja Pekanbaru

3. Bicarakan Secara Personal
Setelah masalah mulai mereda, mintalah waktu untuk berbicara 4 mata dengan pimpinan. Serta pastikan waktu melakukan pembicaraan ini cukup untuk mengeluarkan semua yang Anda rasakan.

Katakan dengan jelas tanpa ditutup-tutupi. Bicaralah dengan nada serta tata cara yang baik, maka pasti pihak pimpinan akan mau mendengarkan.

Ketika melakukan pembicaraan Anda harus melakukannya 4 mata, tak perlu butuh saksi karena ini bukan sebuah sidang.
Proses komunikasi seperti ini cukup penting guna mengatasi konflik antar atasan dan bawahan.

Bukan mustahil, konflik ternyata muncul karena disebabkan oleh hal yang sepele atau salah komunikasi antara kedua pihak.

Sumber: www.tunakarya.com