Berita Kriminal di Nganjuk Meresahkan

Ketiga kawanan yang berasal dari pasuruan adalah faisal setiawan, dan misbahul munir, warga desa tanjung arum, sukorejo, Nganjuk dan sudaryono warga krajan prigen, Nganjuk, mereka tertangkap polisi ketika melakukan aksinya di rumah ratno saputro, di perumahan pondok kencana blok d -10, babadan kota nganjuk.

Awalnya polisi yang sedang berpatroli curiga melihat salah satu tersangka, faisal setiawan, dalam sebuah mobil kijang nopol l 2210 gt, yang parkir di dekat perumahan tersebut, polisi menghampiri dan melihat ada kejanggalan dari tingkah tersangka, kemudian polisi memeriksa mobil dan menemukan plat mobil palsu dengan nomor, l 2083 hv.

Faisal kemudian dibawa ke mapolres nganjuk untuk diperiksa, akhirnya tersangka mengaku kalau ia bersama 3 temanya melakukan pencurian, bersamaan dengan itu polisi mendapatkan informasi adanya upaya pencuri dirumah ratno pelaku sudah merusak pintu pagar dan mencoba membuka paksa pintu belakang mobil kijang ag 2235 tl, milik korban, dan disekitar rumah ditemukan juga gunting baja, kunci palsu, dan kunci t.

Berdasarkan keterangan tersebut polisi berhasil menangkap sudharyono yang bersembunyi dibawah jembatan tak jauh dari tkp, sementara misbahul munir sempat melarikan diri ke pasuruan sebelum ditangkap di rumahnya, sedangkan satu tersangka lain masih menjadi buron.

Kepala bagian operasional reskrim polres nganjuk, iptu dasianto mengatakan, pelaku merupakan target operasi dan memang pencuri spesialis mobil, yang sering beroperasi di wilayah nganjuk dan sekitarnya, sasaran nya adalah mobil – mobil yang di parkir di pinggir jalan dan di perumahan yang tidak memiliki garasi tertutup.

Saat ini ketiga tersangka di diamankan di mapolres nganjuk guna penyelidikan lebih lanjut, berikut barang bukti, sebuah mobil l 2210 gt, yang digunakan tersangka melakukan aksinya, sebuah gunting baja, beberapa buah kunci palsu, plat nomor mobil palsu, dan sebuah kunci t, serta beberapa peralatan lainya.

Kepada mereka polisi sudah bertindak sangat keras dan tegas dengan melakukan penembakan di kaki masing-masing dapat hadiah satu peluru. Karena namanya hadiah, maka diterima para pelaku dengan suka cita sambil meringis kesakitan.