Pertanian Lahan Terbatas

Pertanian Lahan Terbatas. Fananah Firdausi, salah seorang pegiat Komunitas Hidroponik Surabaya (KHS) mengatakan, mengusung misi edukasi kepada publik, bahwa dengan kondisi lahan yang sempit, kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan dengan murah, mudah dan menyenangkan. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Surabaya, Djoestamadji Berita Kediri mengatakan, dengan kondisi lahan yang terbatas, salah satu opsi yang paling ideal adalah dengan menerapkan konsep urban farming. Hal tersebut disampaikannya saat gelar produk pertanian, perikanan dan peternakan oleh Dinas Pertanian, Taman Surya, Minggu (12/7). Menurut Kadistan, konsep tersebut pada prinsipnya memaksimalkan lahan yang sempit sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam, budidaya ikan dan peternakan.

Upaya-upaya yang dilakukan Distan di samping kegiatan gelar produk, yakni dengan memfasilitasi penyediaan alat serta pemberian Berita Kediri pelatihan. Tahun lalu, Distan membantu penerapan urban farming bagi 3.000 kepala keluarga (KK) untuk produk pertanian dan 2.000 KK untuk produk perikanan. Djoestamadji menjelaskan, saat ini lahan yang difungsikan untuk pertanian di Surabaya seluas 1.400 hektare. Adapun komoditi andalan Kota Pahlawan antara lain jamur, blewah, melon, semangka Berita Kediri, sawi, tomat, cabe dan beberapa sayuran lainnya. Menurut pejabat kelahiran Banjarnegara ini,  komoditi pangan utama padi dan jagung juga tetap dipertahankan. Salah satu bentuk penerapan konsep urban farming yakni bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Fananah menilai, masyarakat sudah mulai banyak yang tertarik dengan sistem hidroponik. Dia berharap antisiasme masyarakat lebih meningkat sehingga hidroponik dapat menyentuh seluruh kalangan masyarakat.

Fananah menerangkan, sistem hidroponik menggunakan unsur utama air, bukan tanah. Beberapa pelaku hidroponik ada yang menggunakan pecahan batu Berita Kediri bata sebagai pelengkap. Sistem ini sangat praktis dan tidak memakan tempat. Tanaman cukup ditempatkan di pot-pot kecil atau pipa paralon di sudut-sudut rumah. Perempuan yang tengah menempuh pendidikan pasca-sarjana jurusan Ilmu Biologi ini mengungkapkan, Berita Kediri adapun keunggulan hidroponik selain praktis juga bebas pestisida, fungisida dan insektisida. Dengan demikian, produk yang dihasilkan lebih sehat bagi tubuh. Beberapa komoditas yang bisa ditanam secara hidroponik antar lain, sawi, selada, bayam, brokoli, cabe, tomat, terong, dan sebagainya. Ia menambahkan, tergantung nantinya masyarakat akan membawa sistem ini ke arah mana, apakah untuk hobi/hiburan, ketahanan pangan keluarga, atau skala bisnis.