Tips Menjadi Karyawan yang Kompeten dan Percaya Diri

Salah satu faktor yang jadi penghambat kemajuan seorang karyawan yaitu rendahnya tingkat percaya diri seorang karyawan.

Ketidakpercayaan diri ini bentuknya dapat berupa enggan memimpin rapat, malu bertemu atasan, grogi, atau memilih tugas yang gampang.

Jika Anda mengalami hal tersebut, maka berikut adalah beberapa tips untuk bantu tingkatkan percaya diri Anda.

1. Jalin networking dengan teman di luar perusahaan
Menjalin hubungan baik dengan teman sama profesi di luar perushaan juga penting. Agar hal ini efektif, cara sederhananya yaitu memberi sebelum menerima, jawablah pertanyaan teman-teman Anda, dan terima saran-saran mereka.

2. Identifikasi kelebihan dan kekurangan Anda
Hal pertama yang harus Anda lakukan yaitu mengidentifikasi kekurangan serta kelebihan Anda dari sisi perilaku serta keterampilan. Cara ini dapat Anda lakukan dengan mendaftar setidaknya 5 kelebihan serta kekurangan Anda.

Dengan mengidentifikasi kekurangan serta kelebihan, Anda akan tau penyebab kurang pede diri Anda.

3. Hilangkan sebuah kelemahan Anda setiap bulannya
Setelah mengetahui penyebab kurangnya rasa percaya diri Anda, selanjutnya adalah Anda harus fokus hilangkan satu kelemahan Anda tiap bulan. Jika 1 kesalahan telah diselesaikan, hilangkan yang lain di bulan berikutnya.

Untuk mengatasi kelemahan keterampilan Anda, Anda bisa meminta atasan untuk menyusun program pelatihan untuk Anda. Cara ini efektif juga agar atasan Anda memahami kebutuhan dan komitmen Anda.

Sementara untuk mengatasi kelemahan perilaku, Anda dapat berkonsultasi dengan psikologis perusahaan. Dengan meminta masukan dari mereka, Anda akan memahami langkah yang tepat guna hilangkan perilaku buruk Anda.

Selain ke psikologi, Anda juga bisa mengubah perilaku Anda sendiri, seperti jangan menunda pekerjaan, lakukan dengan cepat, dan lebih aktif dalam bekerja.

Untuk informasi Lowongan kerja sekitar kota Bertuah, silahkan klik info lowongan kerja Pekanbaru

4. Ikuti kegiatan yang diadakan perusahaan
Jika Anda merasa malu mengikuti kegiatan perusahaan Anda, maka hilangkanlah gengsi itu.

Cara Mengatasi Konflik dengan Atasan Dalam Pekerjaan

Setiap manusia yang diciptakan pasti berbeda. Baik dari segi fisik maupun mentalnya. Oleh karena itu konflik pun terkadang tak dapat dihindari, termasuk juga dalam lingkungan kerja.

Konflik antara sesama karyawan atau pun antara atasan dengan bawahan. Seperti adu argumen dengan cara tidak sehat atau pun ketidaksepahaman akan suatu keputusan.

Tapi konflik di tempat kerja dapat menjadi buruk jika dibiarkan terlalu lama, seperti kinerja menurun, yang membuat fokus mereka terpecah karena konflik yang tidak tuntas.

Agar tidak jadi masalah yang panjang, maka konflik antar atasan dan bawahan harus diatasi secepatnya. Lalu bagaimana caranya? Yuk disimak tips lengkapnya

1. Biarkan Emosi Mereda Lebih Dulu
Konflik atau masalah tak akan pernah selesai baik jika diselesaikan dengan emosi.

Oleh karena itu, cara pertama untuk menyelesaikan konflik yaitu dengan meredam emosi kedua belah pihak dahulu, biarkan tensi menurun sebelum mulai membincangkan masalah.

Tak ada ukuran yang pasti mengenai berapa lama emosi dapat diturunkan. Bisa dalam hitungan jam, atau bahkan butuh berhari-hari.

Jika Anda adalah orang yang terlibat konflik, maka gunakanlah semaksimal mungkin waktu menurunkan emosi, jika perlu lakukanlah refreshing.

2. Cari Tahu Akar dari Konflik yang Muncul
Emosi yang sudah terkontol adalah syarat untuk menyelesaikan konflik. Untuk mengatasi konflik dengan atasan maka Anda harus mengetahui dulu akar permasalahannya.

Cobalah telaah apa yang menjadi pemicu terjadinya konflik. Apakah karena permasalahan kerja, atau sudah menyangkut dengan hubungan pribadi?

Dengan mengetahui permasalahan secara pasti, maka Anda juga akan dapat mencari cara terbaik supaya konflik dapat diselesaikan dengan damai, dan ingat, jangan pernah melibatkan emosi dalam menyelesaikan masalah.

Untuk informasi Lowongan kerja sekitar kota Bertuah, silahkan klik info lowongan kerja Pekanbaru

3. Bicarakan Secara Personal
Setelah masalah mulai mereda, mintalah waktu untuk berbicara 4 mata dengan pimpinan. Serta pastikan waktu melakukan pembicaraan ini cukup untuk mengeluarkan semua yang Anda rasakan.